(Transit Merkurius)
Gambar permukaan matahari ketika transit merkurius pada papan proyeksi
Transit planet merupakan peristiwa alam yang tergolong langka, karena rata-rata dalam kurun waktu 100 tahun diperkirakan hanya terjadi 14 kali transit yang dapat disaksikan dari bumi. Transit planet yang dapat diamati dari bumi hanya transit planet Merkurius dan planet Venus. Kedua planet ini disebut planet dalam (inner planets) yaitu planet yang mempunyai lintasan orbit sebelum lintasan bumi, sehingga suatu saat posisinya dapat berada di antara Bumi dan Matahari. Dengan posisi planet berada lurus diantara Bumi dan Matahari maka planet dikatakan mengalami transit atau mengalami konjungsi inferior. Bila dilihat dari bumi saat transit planet berlangsung maka pada permukaan matahari terdapat sebuah bintik hitam kecil melintas yang mana itu adalah planet.
Kamis pagi 9 November 2006 planet Merkurius mengalami peristiwa transit. Transit merkurius ini mulai terjadi pukul 02.12 WIB dini hari hingga pukul 07.10 WIB. Transit merkurius tersebut hanya bisa diamati dari wilayah Amerika, Kepulauan Hawwai, Australia dan sebagian Asia termasuk Indonesia yang hanya kebagian sebentar. Transit Merkurius tersebut merupakan transit kedua selama abad ke-21 ini, dimana transit sebelumnya terjadi pada 7 Mei 2003 tiga tahun lalu. Berdasarkan perhitungan atronomis transit Mercurius akan terjadi lagi pada 9 Mei 2016 dan sayangnya tidak dapat diamati dari Indonesia.

Pada moment transit Merkurius yang langka ini, tim dari tiga orang anggota Jogja Astro Club “JAC” (Bapak Mutoha/kord. JAC, Aku sendiri/angt. JAC dan Aprilana/angt. JAC) sebuah klub astronomi amatir dari Jogja tidak mau melewatkan begitu saja maka kami melakukan observasi. Dalam Observasi ini kami hanya menggunakan perlengkapan seadanya. Observasi kami lakukan di dekat markas JAC mulai saat menjelang pukul 6 pagi sehingga kami hanya punya kesempatan sekitar kurang lebih satu jam-an. Ketika itu cuaca memang agak kurang mandukung sepenuhnya, apalagi langit beberapa saat sempat tertutup awan beberapa kali.

Kami menggunakan sebuah teleskop Newtonian 6” tanpa filter matahari, papan untuk proyeksi yang sederhana dan laptop yang terinstall software simulator StarryNight dan terpasang gambar secara online permukaan matahari dari satelit SOHO juga ditampilakan secara live untuk mengetahui posisi Merkurius.
Mula-mula saat bayangan Matahari yang diproyeksikan teleskop pada papan proyeksi yang terlihat jelas adalah noda hitam sunspot yang cukup besar di sisi bawah bulatan Matahari. Tidak jauh dari sunspot itu terlihat bulatan kecil planet Merkurius. Pada saat Matahari tidak tertutup awan bulatan kecil planet Mercurius ini kelihatan tajam pada papan proyeksi. Menjelang pukul tujuh awan terus saja mengiringi matahari, sehingga pandangan aku alihkan dari papan proyeksi menuju simulator StarryNight pada laptop untuk menyaksikan menit-menit penghabisan transit Merkurius yang tidak terganggu awan.

Keberhasilan untuk menangkap planet kecil ini saat melintas di depan Matahari cukup memberi kami kepuasan karena ini adalah pertama kalinya kami dapat melihat transit planet Merkurius dengan mata kepada sendiri secara langsung. Jogja Astro Club, Bringing astronomy to the People.

0 komentar:
Poskan Komentar